Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Bakteri

Pinta

Bakteri Treponema carateum menyebabkan penyakit kulit yang disebut pinta, yang ditandai dengan ruam, penebalan, dan perubahan warna pada kulit. Penyakit ini dapat terjadi di mana saja, tetapi biasanya terjadi di area kulit yang terbuka seperti lengan, wajah, dan kaki.

Karena frambusia dan sifilis dapat menyerang organ lain, sedangkan pinta hanya menyerang kulit, gejala pinta lebih ringan.

Penularan pinta dan sifilis berbeda karena keduanya memiliki gejala yang lebih ringan. Sifilis dapat menyebar melalui hubungan seksual, sedangkan pinta hanya dapat menyebar melalui kontak langsung dengan ruam kulit yang dialami penderita. Selain itu, pinta tidak dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau selama persalinan.

Penyebab Pinta

Infeksi bakteri Treponema carateum menyebabkan pinta. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka terbuka atau goresan kulit. Penularan pinta biasanya terjadi ketika seseorang berulang kali bersentuhan langsung dengan orang yang mengalami ruam kulit.

Gejala Pinta

Gejala pinta hanya muncul di permukaan kulit. Tahapan gejala dapat dibagi berdasarkan seberapa cepat mereka berkembang, seperti:

Tahap primer

Pada tahap awal, gejala biasanya muncul setelah penderita terpapar bakteri penyebab pinta selama dua hingga tiga minggu. Penderita akan mengalami ruam kemerahan dan benjolan kecil di kulit mereka, terutama di area yang terbuka seperti wajah, lengan, dan kaki. Namun, ruam juga dapat muncul di leher, dada, atau perut.

Ruam dengan benjolan kulit pada pinta dapat terasa gatal dan lama-kelamaan meluas ke area lain dan membengkak. Beberapa kali, penderita juga dapat mengalami pembengkakan kelenjar getah bening.

Tahap sekunder

Tahap kedua dapat muncul antara satu bulan dan satu tahun setelah tahap pertama. Pada tahap ini, muncul ruam baru yang lebih luas, bersisik, dan kering, yang disebut pintid. Pintid dapat muncul bersamaan dengan ruam pada tahap pertama.

Pintid muncul selama enam bulan hingga tiga tahun. Dengan waktu, mereka akan lebih besar dan mengubah warna kulit menjadi cokelat, biru, dan akhirnya memudar menjadi putih.

Tahap tersier atau tahap lanjut

Pinta dapat berkembang ke tahap tersier atau tahap lanjut jika tidak ditangani segera. Pada tahap ini, ruam yang tidak berwarna biasanya muncul 2 hingga 5 tahun setelah tahap awal. Kulit kering dan penipisan kulit juga dapat dialami oleh penderita.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter, terutama jika Anda baru-baru ini berhubungan dengan penderita pinta atau mengunjungi negara yang memiliki tradisi pinta.

Mengingat bahwa pinta dapat berkembang, pemeriksaan awal sangat penting untuk mencegah penyakit tersebut menjadi lebih parah.

Diagnosis Pinta

Dokter akan menentukan penyakit pinta dengan menanyakan gejala pasien, riwayat kesehatan pasien, dan perjalanan ke tempat endemik. Setelah itu, mereka akan memeriksa kulit dan kelamin untuk membedakan ruam yang disebabkan oleh penyakit pinta dari sifilis.

Dokter biasanya dapat langsung menentukan diagnosis pinta melalui pemeriksaan fisik. Namun, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Biopsi kulit untuk mengidentifikasi bakteri Treponema
  • Tes laboratorium penelitian penyakit menular (VDRL) untuk mengetahui apakah ada antibodi yang melawan bakteri penyebab pinta dalam tubuh

Pengobatan Pinta

Tujuan pengobatan pinta adalah untuk menangani infeksi, menghindari komplikasi, dan mencegah penularan infeksi ke orang lain. Antibiotik diberikan sesuai resep dokter, seperti:

  • Azithromycin
    Dokter dapat memberikan azithromycin sebagai pengobatan utama untuk menghentikan pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Obat ini diberikan dalam bentuk obat minum, dan pasien harus mengonsumsinya sesuai dengan anjuran dokter.
  • Penisilin benzatin
    Dokter akan memberikan penisilin benzatin dalam bentuk suntik kepada pasien jika azithromycin tidak boleh dikonsumsi olehnya. Obat ini juga memerlukan resep dokter, seperti azithromycin.
  • Tetracycline
    Untuk pasien yang alergi terhadap penicillin benzatin, tetracycline dapat disarankan sebagai pilihan alternatif.

Setelah pengobatan, penderita pinta biasanya tidak lagi menderita ruam dalam waktu satu hari. Namun, perubahan warna kulit yang disebabkan oleh ruam akan sulit dihilangkan bahkan setelah infeksi sembuh.

Komplikasi Pinta

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pinta tidak merusak organ dalam tetapi hanya kulit. Untuk pasien pinta tahap primer atau sekunder, ruam akan sembuh dalam waktu enam hingga dua belas bulan.

Namun, pinta dapat menyebabkan komplikasi seperti bekas luka, perubahan warna kulit permanen, dan penipisan kulit jika tidak segera diobati. Akibatnya, penderita dapat merasa tidak percaya diri.

Pencegahan Pinta

Dimungkinkan untuk mencegah penularan penyakit pinta kepada orang lain dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin pada penderita pinta:

  • Menjalankan gaya hidup yang higienis dan sehat
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air
  • Menjaga lingkungan tempat tinggal tetap bersih
  • Menghindari hubungan langsung dengan orang yang menderita pinta