Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Bakteri, Gangguan Bakteri

Phlegmon

Peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada jaringan di bawah kulit dikenal sebagai phlegmon, yang biasanya ditandai dengan kemunculan nanah di daerah yang terkena infeksi. Selain di kulit, phlegmon dapat terjadi di organ dalam seperti amandel dan usus buntu (apendiks).

Phlegmon dan abses berbeda, meskipun memiliki ciri yang serupa. Phlegmon lebih mudah menyebar ke jaringan tubuh lain, sedangkan abses hanya dapat muncul di area yang terinfeksi.

Dibandingkan dengan abses, phlegmon juga lebih sulit dibersihkan. Namun, phlegmon juga bisa disebabkan oleh isi abses yang bocor dan menyebar.

Phlegmon, yang disebut abses submandibula atau Angina Ludwig, dapat menyebar dengan cepat, dan salah satunya adalah abses di dasar mulut.

Penyebab Phlegmon

Phlegmon disebabkan oleh infeksi bakteri. Staphylococcus aureus dan Streptococcus grup A adalah bakteri yang paling umum yang menyebabkan phlegmon. Phlegmon dapat muncul dalam berbagai cara berikit:

  • Bakteri menimbulkan phlegmon di bawah kulit karena gigitan serangga, goresan, atau luka di kulit
  • Terinfeksi bakteri mulut, seperti setelah operasi gigi, menyebabkan phlegmon atau abses mulut
  • Bakteri yang menempel pada dinding organ dalam tubuh, seperti dinding lambung dan usus buntu

Gejala Phlegmon

Phlegmon memiliki gejala yang berbeda, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan infeksi. Umumnya, gejala phlegmon termasuk demam, sakit kepala, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Phlegmon pada kulit biasanya disertai dengan salah satu dari gejala berikut:

  • Sakit
  • Pembengkakan
  • Kemerahan di seluruh tubuh
  • Nanah yang terletak di bawah kulit

Phlegmon di organ dalam biasanya menyebabkan nyeri dan mengganggu fungsi organ. Contohnya, jika phlegmon terjadi di usus buntu, penderita dapat mengalami diare, demam, muntah, dan nyeri di perut kanan bawah.

Gejala phlegmon di amandel dapat termasuk demam, nyeri telan, dan suara serak.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala phlegmon seperti yang disebutkan di atas, Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Proses penyembuhan phlegmon sangat dipengaruhi oleh penanganan yang cepat dan tepat.

Diagnosis Phlegmon

Untuk mendiagnosis phlegmon, dokter akan bertanya tentang gejala pasien, seperti kapan, bagaimana, dan berapa lama mereka terjadi. Dokter juga akan bertanya tentang riwayat kesehatan pasien dan obat-obatan yang mereka gunakan.

Segera setelah itu, diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik. Phlegmon di area kulit biasanya dapat dilihat dengan mudah. Namun, untuk phlegmon di organ dalam, dokter akan meraba area yang terasa nyeri untuk memastikan apakah ada benjolan.

Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan, terutama ketika phlegmon terjadi di organ dalam. Ini adalah beberapa pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan:

  • Cek darah
  • Cek urine
  • Pemindaian dengan menggunakan rontgen, USG, scan CT, atau MRI

Pengobatan Phlegmon

Phlegmon dapat ditangani dengan berbagai cara, tergantung pada lokasi phlegmon dan seberapa parah kondisinya. Namun, secara umum, pengobatan untuk phlegmon adalah pemberian antibiotik dan operasi. Ini adalah penjelasannya:

Obat antibiotik

Dokter akan memberikan antibiotik kepada pasien untuk mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan phlegmon. Phlegmon ringan di kulit biasanya dapat diobati dengan antibiotik minum.

Penisilin dan sefalosporin adalah beberapa antibiotik yang dapat diresepkan oleh dokter. Perawatan tambahan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala adalah penggunaan obat pereda demam, memberikan kompres hangat atau dingin pada area yang sakit, dan melakukan istirahat total.

Operasi

Untuk kasus yang serius, seperti phlegmon di dasar mulut dan di lapisan jaringan pembungkus sendi, terkadang diperlukan operasi untuk mencegah penyebaran infeksi dan mencegah komplikasi.

Plegmon di kulit mungkin membutuhkan operasi untuk mengeluarkan jaringan kulit yang telah mati, tetapi phlegmon di organ dalam mungkin memerlukan operasi untuk mengeluarkan nanah yang terbentuk di dalam organ.

Sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter ketika Anda mengalami gejala phlegmon karena, pada kasus yang parah, kondisi ini dapat menjadi fatal. Namun, phlegmon umumnya dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Komplikasi Phlegmon

Tidak ditangani, phlegmon dapat menyebar ke jaringan dan organ yang lebih dalam. Dengan demikian, penderita rentan terhadap komplikasi serius. Phlegmon dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut:

  • Infeksi saluran getah bening dan kelenjarnya
  • Trombofiebitis
  • Muntah dengan darah
  • Perikonitis
  • Esofagitis
  • Empierma
  • Mediastinitis
  • Sepsis
  • Stenosis esofagus dan perforasi
  • kelumpuhan di area tubuh yang terkena infeksi

Pencegahan Phlegmon

Tidak ada vaksin yang dapat mencegah infeksi Staphylococcus aureus dan Streptococcus grup A yang menyebabkan phlegmon. Namun, melakukan hal-hal berikut dapat membantu mencegah infeksi bakteri tersebut:

  • Pastikan makanan benar-benar matang saat dimasak.
  • Untuk mencegah kulit pecah-pecah, gunakan pelembab pada kulit yang kering.
  • Selalu tetap bersih, termasuk mandi dan mencuci tangan dengan sering.
  • Hindari berbagi barang pribadi seperti sikat gigi dan gelas.
  • Jika Anda mengalami luka atau infeksi di kulit, gunakan obat sesuai anjuran dokter.
  • Perlakukan luka dengan benar dan tepat.
  • Agar luka tidak menjadi lebih parah, hindari mengoreknya.
  • Untuk menghindari gigitan serangga, bersihkan rumah dan sekitarnya.