Beranda/Pencernaan dan Bedah Darurat/Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Pencernaan dan Bedah Darurat

Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Pahami appendicitis sebagai peradangan appendix yang sering dimulai dari sumbatan tetapi bukan sekadar infeksi bakteri atau akibat biji cabai; pola nyeri sekitar pusar yang bergeser kanan bawah, mual, hilang nafsu, demam dan variasi pada anak, lansia serta kehamilan; diagnosis pemeriksaan berulang, darah, urine, tes kehamilan, ultrasound, CT atau MRI; terapi antibiotic dan appendectomy, kapan kasus ringan terpilih dapat memakai antibiotik saja serta risiko kambuh; perforation, abscess dan peritonitis; larangan pencahar atau menunda karena nyeri sempat reda; serta tanda darurat.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 15 Agustus 2026Waktu baca 11 menit
RingkasanApendisitis adalah peradangan appendix dan merupakan penyebab penting nyeri perut akut. Nyeri sering berpindah ke kanan bawah, tetapi posisi appendix, usia dan kehamilan dapat mengubah lokasi. Tidak ada pemeriksaan rumah yang aman untuk menyingkirkannya; penanganan cepat mencegah perforasi dan infeksi luas.

Pola gejala

Nyeri dapat mulai samar dekat pusar lalu menetap kanan bawah dan memburuk saat berjalan, batuk atau terguncang. Hilang nafsu makan, mual/muntah setelah nyeri, demam ringan, konstipasi atau diare dapat menyertai. Anak kecil, lansia dan orang hamil mungkin hanya lemas, bingung atau nyeri tidak khas. Nyeri yang tiba-tiba berkurang tidak selalu baik karena perforasi dapat mengurangi tekanan sementara.

Diagnosis bukan dari satu tanda

Dokter menilai urutan gejala dan perut secara serial. Darah menunjukkan radang tetapi tidak spesifik; urine mencari batu/infeksi dan tes kehamilan mencegah melewatkan ectopic pregnancy. Ultrasound sering menjadi imaging awal pada anak dan kehamilan; CT lebih akurat pada banyak dewasa, sedangkan MRI menghindari radiasi. Ovarian torsion, gastroenteritis dan penyakit usus dapat menyerupai.

Nyeri perut kanan bawah yang progresif perlu dinilai hari ituKe IGD untuk nyeri perut menetap/memburuk, perut kaku atau membesar, demam, muntah berulang, sulit berjalan tegak, pingsan, kebingungan atau tampak sangat sakit. Pada kehamilan atau anak kecil, jangan menunggu pola klasik muncul.

Operasi dan antibiotik

Antibiotik diberikan dan appendectomy—laparoscopic atau terbuka—tetap terapi standar bagi banyak pasien. Sebagian uncomplicated appendicitis terpilih dapat membaik dengan antibiotik saja setelah diskusi, tetapi memiliki risiko gagal atau kambuh dan tidak cocok bila ada appendicolith atau komplikasi tertentu. Appendix pecah dengan peritonitis perlu operasi; abscess terlokalisasi kadang didrainase dahulu.

Yang tidak boleh dilakukan

Jangan mengandalkan pijat, kompres panas, jamu, pencahar atau enema karena dapat memperburuk atau menunda diagnosis. Jangan makan-minum banyak bila sedang menuju IGD karena mungkin perlu anestesi, tetapi ikuti arahan petugas terutama pada anak/dehidrasi. Setelah operasi, ikuti batas aktivitas dan kembali bila demam, luka bernanah, muntah atau nyeri memburuk.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — appendicitis, NIDDK — appendicitis treatment. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.