Pola gejala
Nyeri dapat mulai samar dekat pusar lalu menetap kanan bawah dan memburuk saat berjalan, batuk atau terguncang. Hilang nafsu makan, mual/muntah setelah nyeri, demam ringan, konstipasi atau diare dapat menyertai. Anak kecil, lansia dan orang hamil mungkin hanya lemas, bingung atau nyeri tidak khas. Nyeri yang tiba-tiba berkurang tidak selalu baik karena perforasi dapat mengurangi tekanan sementara.
Diagnosis bukan dari satu tanda
Dokter menilai urutan gejala dan perut secara serial. Darah menunjukkan radang tetapi tidak spesifik; urine mencari batu/infeksi dan tes kehamilan mencegah melewatkan ectopic pregnancy. Ultrasound sering menjadi imaging awal pada anak dan kehamilan; CT lebih akurat pada banyak dewasa, sedangkan MRI menghindari radiasi. Ovarian torsion, gastroenteritis dan penyakit usus dapat menyerupai.
Operasi dan antibiotik
Antibiotik diberikan dan appendectomy—laparoscopic atau terbuka—tetap terapi standar bagi banyak pasien. Sebagian uncomplicated appendicitis terpilih dapat membaik dengan antibiotik saja setelah diskusi, tetapi memiliki risiko gagal atau kambuh dan tidak cocok bila ada appendicolith atau komplikasi tertentu. Appendix pecah dengan peritonitis perlu operasi; abscess terlokalisasi kadang didrainase dahulu.
Yang tidak boleh dilakukan
Jangan mengandalkan pijat, kompres panas, jamu, pencahar atau enema karena dapat memperburuk atau menunda diagnosis. Jangan makan-minum banyak bila sedang menuju IGD karena mungkin perlu anestesi, tetapi ikuti arahan petugas terutama pada anak/dehidrasi. Setelah operasi, ikuti batas aktivitas dan kembali bila demam, luka bernanah, muntah atau nyeri memburuk.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — appendicitis, NIDDK — appendicitis treatment. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.