Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Aneurisma

Aneurisma Aorta

Pengertian aneurisma aorta

Aneurisma aorta adalah keadaan kesehatan di mana ada tonjolan yang tidak normal pada dinding dari aorta. Ini adalah salah satu pembuluh darah utama yang meneruskan darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Aneurisma aorta berbentuk seperti tungkul atau berbentuk bulat dan dapat menjangkiti di mana pun pada bagian aorta.
Aneurisma aorta mencakup:

  • Aneurisma aorta torakalis, aorta yang terjadi melewati rongga dada.
  • Aneurisma aorta abdominalis, aorta yang terjadi melewati abdomen.

Ada juga beberapa penderita dapat mengalami aneurisma aorta abdominalis dan aneurisma aorta torakalis secara berbarengan, tetapi hanya sebagian kasus saja. Memiliki aneurisma aorta bisa menumbuhkan risiko seseorang untuk mengalami diseksi aorta.

Apabila kedapatan robekan pada lapisan dalam dari dinding aorta maka diseksi aorta bisa terjadi. Hal ini membawa dampak satu bahkan lebih lapisan dari dinding aorta menjadi terbelah, kemudian akan melemahkan dinding aorta.

Menderita aneurisma aorta juga menaikkan risiko terjadinya ruptur dari aneurisma tersebut. Melemahnya dinding aorta dapat disebabkan oleh apa saja, karena sebab Aneurisma aorta.

Pada orang dewasa yang sehat, umumnya dinding aorta lebih kuat dan bisa menegang untuk menyesuaikan terhadap perubahan normal dari aliran darah.

Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, dinding aorta akan semakin lemah karena tekanan darah tinggi, merokok, atau ukuran kolesterol yang tinggi.

Kelemahan dari dinding aorta mulai menonjol ke luar. Seiring dengan meningkatnya ukuran tonjolan tersebut, efeknya akan terjadi ruptur juga semakin menumpuk.

Pada saat aneurisma mengalami ruptur, akan terjadi perdarahan internal yang kuat, yang membutuhkan tindakan segera.

Gejala dan tanda aneurisma aorta

Awalnya, aneurisma aorta dapat tidak memperlihatkan gejala dan tanda. Saat aneurisma makin membesar, kondisi ini bisa mengakibatkan timbulnya sakit abdomen, punggung atau dada.

Akan tetapi, sebagian besar penderita aneurisma tidak terdiagnosis pada saat melakukan kunjungan ke dokter sekalipun.

Aneurisma yang mengalami ruptur adalah keadaan urgent medis dengan gejala dan tanda yang cukup jelas, termasuk:

  • Kepala Pusing
  • Lemas
  • Rasa sakit yang intens dan tiba-tiba pada abdomen atau punggung
  • Tekanan darah turun
  • Napas sesak
  • Kesadaran menurun
  • Peningkatan frekuensi denyut nadi

Ketika pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan, umumnya aneurisma aorta torakalis dapat terdiagnosis. Untuk mengevaluasi adanya aneurisma aorta torakalis lewat pemeriksaan diagnostik, adalah:

  • Rontgen (pemeriksaan X ray)
  • Computerized tomography (CT Scan adalah pemeriksaan yang menggunakan sistem penggambaran digital dan sinar-X)
  • Ekokardiogram
  • Magnetic resonance angiography (MRA), adalah tindakan medis yang mampu melihat gangguan pada pembuluh darah dengan menggunakan medan magnet.

Ketika pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan, barulah aneurisma aorta abdominalis juga dapat diketahui. Pemeriksaan diagnostik yang dapat dilakukan untuk penilain adanya aneurisma aorta abdominalis adalah:

  • Ultrasonografi (USG) abdomen
  • Pemeriksaan sinar X
  • Ekokardiogram
  • Computerized tomography (CT)
  • Magnetic resonance angiography (MRA)

Pengobatan aneurisma aorta

Awal mulanya, aneurisma aorta tidak selalu ditangani medis. Bila bentuk aneurisma terbilang kecil, dokter akan melakukan pengamatan untuk menilai adanya perubahan.

Namun apabila aneurisma menyebabkan risiko kesehatan, dokter dapat menyarankan tindakan pembedahan untuk melakukan koreksi sebelum terjadi ruptur.

Ada dua tipe surgery (pembedahan) korektif yang biasanya bisa dilakukan pada aneurisma, yaitu pembedahan endovaskular dan pembedahan terbuka.

  • Open surgery atau pembedahan terbuka menyertakan insisi di sekitar dada atau abdomen, mengambil keratin dari aorta yang mengalami kerusakan, dan menukarnya dengan cangkukkan.

    Lama pemulihan setelah pembedahan biasanya memakan waktu beberapa minggu.

  • Endovascular surgery atau menggunakan metode minimal invasif, di sana akan dimasukkan kateter berukuran kecil lewat pembuluh nadi femoralis di bagian paha dan salurkan ke bagian aorta yang mengalami kerusakan.

    Memakai ini, graft berukuran kecil diselipkan dan ditaruh pada bagian aorta yang mengalami kerusakan tersebut, guna mencegah terjadinya ruptur serta memperkuat dinding aorta yang lemah.

    Karena prosedur pembedahan ini tergolong Anestesi lokal (bukan anastesi umum), waktu pemulihannya cukup cepat. Hanya membutuhkan beberapa hari saja.

    Dokter juga bisa memberi resep pengobatan untuk menuntun tekanan darah dan keadaan lain yang mengakibatkan semakin memburuknya aneurisma.

Pencegahan aneurisma aorta

Screening test dapat disarankan untuk mereka yang berumur di atas 60 tahun, terutama mereka yang mempunyai sejarah merokok atau sejarah didalam keluarga yang menderita aneurisma.

  • Tidak ada hal spesial yang bisa diperbuat guna mencegah aneurisma aorta, namun transformasi kebiasaan hidup dapat dilaksanakan guna memperbaiki kesehatan jantung secara total dan menurunkan risiko terjadinya aneurisma.

Beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah:

  • Mempertahankan supaya tekanan darah tetap berada dalam kondisi yang stabil
  • Mengontrol supaya kadar kolesterol tetap stabil
  • Berolahraga secara konsisten juga aerobik
  • Pertahankan berat badan dengan porsi yang tepat, agar tetap dalam rentang normal sesuai indeks massa tubuh (IMT)
  • Hindari merokok
  • Kurangi asupan garam, gula, juga makanan berlemak