Alergi makanan adalah suatu gangguan pada sistem kekebalan tubuh (imun). Hal ini ditandai dengan adanya reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang terkandung pada suatu jenis makanan.
Alergi makanan bisa terjadi pada siapa saja. Pada orang dewasa, anak-anak, apalagi bayi. Dari 100 orang, 5 orang dapat mengalami jenis alergi ini. Ada alergi makanan yang berangsur-angsur menghilang saat bertambahnya usia, ada juga yang mengalami penyakit ini seumur hidupnya.
Immunoglobulin E
Sistem kekebalan tubuh terdiri dari banyak komponen. Salah satunya adalah igE (immunoglobulin E). Orang yang memiliki keluhan alergi, termasuk didalamnya alergi makanan, IgE memberikan reaksi berlebihan terhadap zat makanan tertentu.
IgE akan bereaksi dengan mengeluarkan zat histamine, yang akan membuka pembuluh darah lebih lebar, menyebabkan pembengkakan di saluran napas, mengganggu gerakan usus, serta memicu pengeluaran zat-zat yang menyebabkan reaksi radang.
Penyebab IgE bereaksi berlebihan belum diketahui dengan jelas. Namun orang-orang yang memiliki asma, memiliki riwayat keluarga yang mengalami alergi, atau lahir melalui operasi Caesar lebih rentan mengalami penyakit ini.
Diagnosa
Pada penentuan awal untuk memeriksa alergi makanan, dokter akan melakukan tanya jawab lengkap dan menyeluruh mengenai gejala yang timbul, jumlah jenis makanan yang dikonsumsi dan makanan yang baru saja dikonsumsi. Lain dari itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik agar mengetahui macam gejala alergi yang diderita.
Ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, Untuk memastikan diagnosis alergi ini:
- Pemeriksaan IgE yang spesifik melalui darah
- Eliminasi makanan. Dengan menghindari jenis makanan yang menyebabkan alergi. Eliminasi makanan ini membutuhkan waktu selama 14 hingga 28 hari. apabila gejala membaik setelah eliminasi makanan ini, bisa dipastikan bahwa pasien memang mengalami alergi zat makanan tersebut.
Pemeriksaan lainnya adalah dengan uji food challenge. Uji ini dilakukan dengan memnerikan penderita pada makanan yang dicurigai bisa membuat alergi. Observasi gejala yang muncul setelah itu akan dilakukan dokter.
Pilihan terakhir yang dilakukan bila hasil pemeriksaan lain tidak memberikan kesimpulan yang jelas.
Gejala
Ada beberapa variasi dari dejala alergi makanan ini, dari yang ringan sampai yang berat, dan dapat melibatkan kulit, saluran pencernaan, hingga saluran pernapasan. Gejala pada kulit bisa berupa bentol-bentol di kulit, kulit terlihat memerah dan terasa panas, bintik-bintik di kulit dan rasa kebas pada kulit.
Sedangkan gejala pada saluran pencernaan mual juga muntah, sakit pada perut seperti kram, diare, dan buang air besar berdarah. Dan gejala pada saluran pernapasan adalah batuk-batuk yang berkepanjangan jika terus-menerus terkena zat mengakinatkan alergi.
Gejala lain pada saluran napas bisa berupa batuk, sesak napas, pilek, hidung berair dan bengkak pada saluran napas. Bisa saja terjadi reaksi alergi berat dan berbahaya, yang disebut anafilaksis, adalah gejala alergi yang berbahaya dan berat yang mengancam nyawa.
Ini ditandai dengan sesak napas yang berat, bengkak pada bibir atau saluran napas, biru pada bibir, kulit pucat, tekanan darah menurun drastis, hingga penurunan kesadaran atau pingsan.
Bahayanya alergi makanan ini, bisa saja ditimbulkan oleh jenis makanan apa saja. Hanya saja yang paling sering ditemui adalah reaksi alergi akibat susu, kacang, ikan, kerang, gluten dan telur (terutama putih telur).
Lazimnya gejala ini muncul tidak lama setelah mengonsumsi makanan yang menyebabkan alergi, kurang lebih 2 jam an.
Pengobatan
Obat utama terhadap alergi makanan ini adalah agar menghindari makanan yang bisa menyebabkan gejala alergi ini. Jika tidak sengaja memakan, makanan yang bisa menyebakan gejala alergi ini timbul, maka obat yang mengandung antihistamin atau kortikosteroid dapat diberikan.
Suntikan adrenalin perlu diberikan, jika gejala berat atau anafilaksis terjadi. Pengobatan dengan suntikan adreanlin dilakukan guna menyelamatkan nyawa penderita alergi.
Untuk melakukan pencegahan pada alergi makanan adalah, dengan tidak mengonsumsi makanan yang dapat mengakibatkan reaksi alergi ini.