Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Alergi

Alergi Obat

Risiko alergi obat

Alergi obat adalah suatu kondisi saat seorang mengalami simpton setelah menggunakan obat tertentu, apa itu obat minum, oles, ataupun suntik.

Faktor risiko yang membuat seorang cenderung lebih mudah mengalami alergi obat adalah:

  • Riwayat alergi obat dalam keluarga
  • Ada riwayat alergi makanan
  • Penggunaan obat dengan jangka wajtu panjang, dengan dosis tinggi, atau penggunaan berulang-ulang
  • Adanya penyakit tertentu yang berkaitan dengan alergi obat, misalnya HIV

Alergi obat terjadi karena tubuh salah mengidentifikasi mana kawan mana lawan. Obat yang masuk ke tubuh dianggap sama bahayanya dengan virus dan bakteri, dan perlu untuk diberantas.

Penyebab

Alergi ini sering terjadi saat seorang menggunakan obat-obat tertentu, misalnya:

  • Aspirin, ibuprofen dan obat anti nyeri non-steroid
  • Obat kemoterapi
  • Penisilin
  • Antibiotik golongan sulfa
  • Anti-kejang

Setelah adanya keluhan dari menggunakan obat tertentu, barulah dokter akan melakukan diagnosa. Pada pemeriksaan awal, dokter akan melakukan tanya jawab medis mengenai gejala yang timbul, juga jenis obat apa saja yang baru saja digunakan pada kulit, atau dikonsumsi.

Pada kesempatan itu juga akan dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui macam gejala alergi yang timbul.

Diagnosa

Pemeriksaan ini akan dikonfirmasi dengan berbagai pemeriksaan tambahan, misalnya:

  • Pemeriksaan darah. Untuk mengeliminasi kemungkinan penyakit atau kondisi lain yang efeknya menyerupai alergi obat, seperti infeksi virus
  • Skin test. Dengan menyuntikkan ekstrak obat ke lapisan kulit (dengan jumlah kecil)

Apabila hasil suntikan ini berubah menjadi bengkak dan kemerahan, ini akan dibaca sebagai positif alergi obat. Jika reaksi tidak terjadi, alergi obat juga belum dapat disingkirkan. Harus dilakukan atau menunggu hasil pemeriksaan lainnya.

Gejala

Kulit terjadi kemerahan, biasanya terjadi dalam hitungan jam hingga hari itu adalah gejala ringan alergi obat. Dan gejala yang tergolong berat adalah, seperti sesak napas yang terjadi dalam kurun waktu 1 jam setelah terpapar obat.

Berbagai gejala yang dapat terjadi meliputi:

  • Nafas sesak
  • Hidung meler atau berair
  • Gatal pada mata dan berair
  • Terjadi ruam merah pada kulit
  • Demam
  • Gatal-gatal
  • Bengkak pada mata juga tubuh

Untuk kasus yang berat, alergi obat dapat menimbulkan reaksi berbahaya yang disebut anafilaksis. Tanda seseorang mengalami reaksi anafilaksis adalah sebagai berikut:

  • Tiba- tiba sesak nafas
  • Jantung berdebar sangat cepat
  • Sakit pada perut yang tidak tertahankan
  • Kejang
  • Hingga hilangannya kesadaran dikarenakan tekanan darah yang menurun drastis

Dengan menghindari menggunakan obat yang menjadi penyebab dan obat lain yang berpotensi membuat alergi karena kemiripan bahan dasarnya, alergi obat bisa diatasi. Konsultasi dengan dokter yang menangani, obat apa saja yang harus dihindari.

Pengobatan

Tindakan pengobatan yang dapat dilakukan umumnya pemberian antihistamin untuk menekan respons alergi tubuh, saat reaksi alergi obat sudah terlanjur terjadi.

Reaksi yang harus ditangani dengan segera adalah reaksi anafilaksis, yaitu dengan obat epinefrin atau adrenalin guna mencegah akibat yang fatal. Reaksi inilah sangat yang mengancam nyawa penderita, apabila efek atau komplikasi terberat dari alergi obat ini terjadi.

Tindakannya berupa desensitisasi obat, yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mereduce tingkat sensitivitas alergi yang diderita. Dan obat yang berpotensi menyebabkan alergi akan diberikan Secara bertahap.

Dimulai dengan dosis terendah. jika tidak terjadi reaksi, dosisnya akan ditingkatkan. Namaun perlu diingat, desensitisasi harus dilakukan di bawah pengawasan ketat dokter menimbang reaksi alergi dapat terjadi kapan saja.

Pencegahan

Dengan mengetahui secara pasti jenis obat penyebab alergi, agar pencegahan reaksi alergi obat dapat dilakukan sejak dini. Informasikan selalu hal ini kepada tenaga medis setiap kali seorang penyandang alergi obat. agar obat yang diberikan bebas dari bahan-bahan yang dapat memicu alergi.

Memakai gelang alergi juga baik dikenakan seseorang yang memiliki alergi obat yang mencantumkan jenis obat yang harus dihindari. Agar dalam kondisi urgent, gelang itu dapat memberikan informasi setiap saat yang menghindarkan seorang pasien dari reaksi alergi obat yang berbahaya.