Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Alergi

Alergi Dingin Obat dan Pencegahannya

Alergi dingin adalah salah satu keluhan kesehatan yang timbul ketika seseorang mengalami biduran, bentol-bentol di kulit, atau disebut juga kaligata, saat ia bersentuhan dengan benda yang sangat dingin, berada udara dingin, atau setelah berenang di air yang dingin.

Meskipun sangat jarang, alergi ini juga tidak boleh dianggap remeh. Pada Sebagian orang alergi dingin menunjukkan gejala ringan. Ada juga beberapa kasus yang menunjukkan gejala berat sampai ada yan mengalami penurunan kesadaran.

Walau cukup membuat resah, alergi dingin pada anak akan perlahan berkurang dan menghilang dalam beberapa tahun seiring dengan tumbuh kembangnya, sampai seorang anak menjadi bertambah dewasa.

Alergi dingin muncul sebagai feedback daya tahan tubuh terhadap zat tertentu (alergen) yang dianggap membahayakan tubuh.

Pada alergi dingin adalah berupa paparan suhu di bawah normal, Dengan bersentuhan langsung dengan benda cair, udara, maupun benda padat.

Diagnosa alergi dingin adalah saat terdapat keluhan setelah seseorang terkena benda atau lingkungan dengan suhu yang dingin. Dalam pemeriksaan awal, dokter akan mewawancarai secara medis komplit dan penuh mengenai gejala yang muncul dan kondisi yang dialami saat terkena dingin. Pemeriksaan fisik juga akan dilakikan untuk mengetahui macam-macam gejala alergi yang dialami.

Diagnosis

Identifikasi biasanya perlu dikonfirmasi dengan uji eliminasi. Uji eliminasi adalah menghindari pasien dari paparan benda dan udara dingin yang dapat memicu alergi. Jika keluhan membaik dan gejala tidak muncul lagi, dapat dipastikan orang ini memang memang alergi terhadap dingin.

Pada umumnya gejala alergi ditandai saat seseorang penderita terkena dingin, dan dapat terlihat pada kulit maupun pada sistem pernapasan. Gejala tersebut antara lain:

  • Kulit bercak kemerahan
  • Nafas sesak atau asma kambuh
  • Hidung meler berair
  • Mata, kulit, bibr bengkak
  • Mata berair, merah dan gatal

Meskipun jarang sekali terjadi, alergi terhadap paparan dingin juga berpotensi menimbulkan gejala yang lebih berat berupa syok anafilaksis. Pada syok anafilaksis, reaksi alergi yang timbul mengakibatkan pelebaran pembuluh darah dalam tubuh. Ini kemudian menyebabkan penderitanya bisa hilang kesadaran dan berpotensi mengancam nyawa.

Tanda-tanda seseorang mengalami reaksi anafilaksis
  • Detak jantung sangat cepat
  • Tiba-tiba sesak nafas
  • Perut sakit sekali
  • Tekanan darah yang turun drastis sehingga kehilangan kesadaran

Secepatnya lindungi diri dari paparan benda ataupun lingkungan dingin yang menjadi pencetusnya bila alergi terjadi. Bila alerginya ringan, penderita alergi biasanya bisa mengkonsumsi obat antialergi untuk meredakan keluhan. Untuk mengurangi gatal pada kulit, penggunaan visa menaburi dengan bedak salicyl yang memberikan sensasi hangat pada kulit.

Akan tetapi reaksi alergi berat harus ditangani segera dengan obat epinefrin atau adrenalin agar terhindar dari akibat yang fatal. Orang yang dengan risiko alergi berat disarankan untuk selalu membawa epinefrin.

Reaksi anafilaksis dapat mengancam nyawa merupakan efek atau komplikasi terberat dari alergi dingin. Makanya Keluarga atau orang-orang di lingkungan terdekat diharapkan juga mengetahui cara mangatasi dan pemberian obatnya.

Untuk mencegah terjadinya reaksi alergi pada seseorang yang memiliki alergi dingin, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

Hindari terpapar oleh benda atau lingkungan yang bersuhu dingin. Jika terpaksa berada atau bepergian ke tempat tersebut, gunakan pakaian hangat dan berlapis. Juga topi atau tutup kepala serta sarung tangan dan kaki.

Pastikankan suhu ruangan cukup nyaman dan tidak terlalu dingin. Hindari mengarahkan pendingin ruangan langsung ke tubuh.