Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Bakteri, Infeksi

Selulitis

Infeksi bakteri yang disebut selulitis menyerang kulit dan jaringan di bawahnya, menyebabkan kemerahan, bengkak, melepuh, dan nyeri saat ditekan. Ini biasanya terjadi di kulit tungkai bawah, tetapi juga dapat terjadi di wajah, lengan, mata, dan perut.

Selulitis dapat menyerang semua kelompok usia, termasuk anak-anak dan orang tua. Orang yang memiliki luka, seperti luka sayatan atau luka operasi, lebih rentan mengalami kondisi ini karena bakteri dapat berkembang biak di luka kulit.

Meskipun selulitis tidak menular, infeksi dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan aliran darah, meningkatkan risiko kematian pasien. Selain itu, infeksi selulitis lebih sering menyerang lapisan kulit yang lebih dalam daripada erisipelas.

Penyebab Selulitis

Infeksi bakteri dari kelompok Streptococcus dan Staphylococcus biasanya menyebabkan selulitis. Kedua jenis bakteri ini dapat tumbuh dan berkembang di kulit yang terluka, seperti luka operasi, luka gores, atau gigitan serangga. Staphylococcus aureus adalah salah satu jenis Staphylococcus yang menyebabkan selulitis.

Hemophilus influenzae, Pasteurella multocida, Aeromonas hydrophillia, Vibrio vulnificus, dan Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri lain yang dapat menyebabkan selulitis selain bakteri-bakteri di atas.

Faktor-faktor berikut meningkatkan kemungkinan terkena selulitis:

  • Riwayat penyakit selulitis
  • Memiliki berat badan berlebihan
  • Gangguan sirkulasi di lengan, tangan, tungkai, dan kaki
  • Diabetes
  • Daya tahan tubuh yang lemah karena HIV/AIDS atau leukimia
  • Mengonsumsi obat yang menghambat sistem kekebalan tubuh
  • Mengalami kemoterapi sebagai pengobatan kanker
  • Mengalami edema limfatik
  • Mempunyai eksim, psoriasis, tinea pedis, atau penyakit kulit lainnya

Gejala Selulitis

Banyak masalah kulit dapat disebabkan oleh selulitis yang terinfeksi dan peradangan, antara lain:

  • Kulit berwarna merah muda
  • Pembengkakan
  • Rasa hangat dan lembut saat disentuh
  • Kulit menjadi lepuh
  • Kulit mengeluarkan nanah atau berair
  • Sakit ketika ditekan
  • Demam diikuti badan menggigil

Munculnya bintik-bintik kemerahan di kulit atau pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar kulit yang terinfeksi adalah dua tanda lain dari dermatitis.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami keluhan seperti yang disebutkan di atas, pergi ke dokter dan mulai melakukan pengobatan segera untuk menghindari masalah yang lebih serius.

Jika muncul kemerahan yang meluas dengan cepat, disertai dengan mati rasa dan demam, atau jika terjadi kemerahan dan bengkak pada kulit di sekitar mata atau telinga, segera pergi ke dokter.

Diagnosis Selulitis

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit dan bertanya jawab tentang keluhan dan riwayat kesehatan pasien untuk membuat diagnosis. Beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Cek darah untuk mengidentifikasi tanda-tanda infeksi
  • Tes kultur untuk mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi
  • pemeriksaan untuk menentukan apakah infeksi telah menyebar ke bagian tubuh lain melalui citra komputer (CT), USG, Rontgen, atau MRI

Pengobatan Selulitis

Dokter akan menyesuaikan pengobatan selulitis dengan tingkat infeksi dan kondisi pasien untuk mengobati infeksi, meredakan gejala, dan mencegah komplikasi.

Pemberian obat antibiotik

Dokter akan memberikan antibiotik seperti penisilin, clindamycin, makrolid, atau sefalosporin, yang biasanya harus diminum selama 5–14 hari.

Dokter juga dapat meresepkan obat seperti paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan demam.

Pasien akan diminta untuk dirawat di rumah sakit jika kondisinya tidak membaik setelah sepuluh hari pengobatan atau gejalanya justru memburuk. Dokter akan memberikan antibiotik, seperti ceftaroline fosamil atau cefotaxim, bersama dengan obat lain melalui suntik atau infus.

Operasi

Jika ditemukan nanah atau abses, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani operasi. Operasi ini dilakukan untuk mengeluarkan nanah atau abses dan membersihkan jaringan yang mati, sehingga mempercepat proses pemulihan.

Pasien disarankan untuk mempercepat pemulihan mereka dengan melakukan hal-hal berikut selain mendapatkan perawatan dari dokter:

  • Menggerakkan anggota tubuh yang terinfeksi secara teratur untuk mencegah kekakuan
  • Untuk menghindari dehidrasi, minumlah cukup air putih
  • Mengurangi pembengkakan bagian tubuh yang mengalami selulitis saat duduk atau berbaring
  • Jangan gunakan stoking kompresi sampai selulitis sembuh total

Komplikasi Selulitis

Jika selulitis tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seperti:

  • Infeksi pada aliran darah
  • septicemia
  • Infeksi pada tulang
  • Limfoma
  • Gangran

Pencegahan Selulitis

Dengan melakukan hal-hal berikut, Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena selulitis:

  • Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur
  • Menjaga kelembapan kulit dengan losion
  • Bersihkan luka dengan air dan sabun
  • Menggunakan alas kaki saat di luar rumah
  • Potong kuku tangan dan kaki dengan hati-hati untuk mencegah luka
  • Mengurangi risiko limfedema dan obesitas dengan menjaga berat badan ideal dan berolahraga secara rutin
  • Jika Anda menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem kekebalan Anda, seperti diabetes, leukemia, atau HIV/AIDS, pergi ke dokter secara teratur

Untuk menghindari luka pada kulit, orang yang menderita diabetes atau gangguan aliran darah harus lebih berhati-hati.Untuk memastikan kulit tetap lembab, gunakan alas kaki yang lembut dan nyaman, dan lakukan pemeriksaan kaki secara teratur adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membantu menjaga kondisi kulit tetap lembab.

Segera periksakan diri ke dokter jika ada tanda-tanda luka atau infeksi.